Prospek Usaha Kambing boer yang sangat menjanjikan

 selamat pagi kawan kawan peternakmuda, Assalamu ‘alaikum Wr. Wb, bagaimana kabarnya, semoga selalu sehat, amin. pada kesempatan yang lalu admin peternak muda telah membagikan rahasia sukses ternak kelinci dan cara beternak sapi perah nah pada kesempatan kali ini admin akan membagikan Prospek Usaha Kambing boer yang sangat menjanjikan. Langsung saja simak artikel berikut:

Kambing boer

 

 kambing boer adalah kambing yang berasal dari Afrika Selatan dan telah menjadi ternak yang ter-registrasi selama lebih dari 65 tahun. Kata “Boer” artinya petani. Kambing boer merupakan kambing pedaging yang sesungguhnya karena pertumbuhannya sangat cepat.

pertambahan bobot badan

Kambing ini pada umur lima hingga enam bulan sudah dapat mencapai berat 35 – 45 kg, dengan rataan pertambahan berat tubuh antara 0,02 – 0,04 kg per hari. Keragaman ini tergantung pada banyaknya susu dari induk dan ransum pakan sehari-harinya. Kambing boer jantan akan tumbuhdengan berat badan 120 – 150 kg pada saat dewasa (umur 2-3 tahun), sedangkan Betina dewasa (umur 2-3 tahun) akan mempunyai berat 80 – 90 kg. Boer betina maupun jantan keduanya bertanduk. Dibandingkan dengan kambing perah lokal, persentase daging pada karkas kambing boer jauh lebih tinggi dan mencapai 40% – 50% dari berat tubuhnya.

ciri ciri kambing

Kambing boer dapat dikenali dengan mudah dari tubuhnya yang lebar, panjang, dalam, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, berkepala warna coklat kemerahan atau coklat muda hingga coklat tua. Beberapa kambing boer memiliki garis putih ke bawah di wajahnya. Kulitnya berwarna coklat yang melindungi dirinya dari kanker kulit akibat sengatan sinar matahari langsung. Kambing ini sangat suka berjemur di siang hari.

Kambing boer dapat hidup pada suhu lingkungan yang ekstrem, mulai dari suhu sangat dingin (-25 derajat celcius) hingga sangat panas (43 derajat celcius) dan mudah beradaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Tahan terhadap penyakit. Mereka dapat hidup di kawasan semak belukar, lereng gunung yang berbatu atau di padang rumput. Secara alamiah mereka adalah hewan yang suka meramban sehingga lebih menyukai daun-daunan, tanaman semak daripada rumput.
Kambing Boer Jantan

Boer jantan bertubuh kokoh dan kuat sekali. Pundaknya luas dan ke belakang dipenuhi dengan pantat yang berotot. Boer jantan dapat kawin di bulan apa saja sepanjang tahun. Mereka berbau tajam karena hal ini untuk memikat betina. Seekor pejantan dapat aktif kawin pada umur 7-8 bulan, tetapi disarankan agar satu pejantan tidak melayani lebih dari 8 – 10 betina sampai pejantan itu berumur sekitar satu tahun. Boer jantan dewasa (2 – 3 tahun) dapat melayani 30 – 40 betina. Disarankan agar semua pejantan dipisahkan dari betina pada umur 3 bulan agar tidak terjadi perkawinan yang tidak direncanakan. Seekor pejantan dapat mengawini hingga selama 7 – 8 tahun.
Kambing Boer Betina

Boer betina tumbuh seperti jantan, tetapi tampak sangat feminin dengan kepala dan leher ramping. Ia sangat jinak dan pada dasarnya tidak banyak berulah. Ia dapat dikawinkan pada umur 10 – 12 bulan, tergantung besar tubuhnya. Kebuntingan untuk kambing adalah 5 bulan. Ia mampu melahirkan anak-anak tiga kali dalam dua tahun. Betina umur satu tahunan dapat menghasilkan 1 – 2 anak. Setelah beranak pertama, ia biasanya akan beranak kembar dua, tiga, bahkan empat Boer induk menghasilkan susu dengan kandungan lemak sangat tinggi yang cukup untuk disusu anak-anaknya. Ketika anaknya berumur 2½ – 3½ bulan induk mulai kering. Boer betina mempunyai dua hingga empat puting, tetapi kadangkala tidak semuanya menghasilkan susu. Sebagai ternak yang kawinnya tidak musiman, ia dapat dikawinkan lagi tiga bulan setelah melahirkan. Birahinya dapat dideteksi dari ekor yang bergerak-gerak cepat disebut “flagging”. Boer betina mampu menjadi induk hingga selama 5 – 8 tahun.

Perawatan


Kambing boer adalah jenis kambing pedaging dengan bobot yang besar pula, tapi itu pun juga bergantung pada cara kita merawatnya juga. Kandang yang bersih, pakan yang tepat dan vitamin yang diberikan akan sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari si kambing. Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan ternak kambing boer:

a. Kandang


Kandang pemeliharaan kambing boer haruslah luas, mengingat tubuhnya yang akan bertumbuh besar. Kandang berukuran 200 m2 cukup untuk dihuni sekitar 50 ekor kambing boer. Kandang umumnya dibuat berbentuk panggung agar mudah untuk dibersihkan dan kandang kambing tidak lembab agar kambing selalu sehat. Kandang dapat dibuat dari potongan kayu yang dibentuk bulat pipih dan alasnya bisa terbuat dari bambu.

Kebersihan kandang adalah hal yang penting, meskipun kambing boer adalah jenis kambing yang tahan penyakit, kandang tetap harus dibersihkan secara rutin. Kandang perlu dibersihkan seminggu sekali atau 2 hari sekali dengan cara disapu dan sebulan sekali dibersihkan dengan cara penyemprotan desinfektan.

b. Pakan


Sebenarnya pakan kambing boer tidak jauh berbeda dengan pakan jenis kambing lain, yaitu berupa hijau – hijauan. Bisa diberikan rumput gajah, daun lamtoro, kaliandra, daun nangka, daun kacang dan daun singkong atau pakan berprotein yang alami lainnya. Pakan bisa di campur atau bervariasi setiap harinya agar kambing tidak bosan. Saat musim kemarau, kambing juga bisa diberikan pelepah pisang, daun jati, daun jati dan daun bambu yang sudah kering. Pakan yang diberikan sebanyak 2 – 4 kg per ekor dan dapat diberikan 2 – 3 kali sehari.

Jangan lupa berikan pakan konsentrat juga agar kambing lebih cepat gemuk, sebanyak 1 % dari bobot kambing, biasanya diberikannya seminggu sekali. Konsentrat bisa dari campuran ampas kopi, dedak padi halus, molase, tepung jagung dan tepung kedelai. Walau tahan penyakit, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan dengan memberikan vitamin B1 dan B kompleks sebulan sekali bersamaan dengan pemberian konsentrat.

c. Pencegahan penyakit


Kambing dapat dimandikan kering setiap 2 minggu sekali dan dimandikan basah setiap sebulan sekali. Potonglah kuku si kambing setiap sebulan sekali dan berikan vaksinasi untuk mencegah penyakit serius. Bisa juga berikan Vitamin A, D3 dan E setiap 2 minggu sekali. Kambing biasa mengalami kembung dan diare, penyebabnya adalah terlalu banyak memberikan hijauan yang terlalu muda. Maka, saat memberi makan hijauan ingat untuk tidak memberikannya dalm keadaan basah atau masih segar. Sebaiknya, dilayukan terlebih dahulu dengan dibiarkan semalaman atau dijemur 3 – 4 jam. Carilah daun yang sudah agak tua berwarna agak kekuningan jangan yang masih muda, hijau dan segar.

Penyakit yang menyerang kambing boer biasanya penyakit yang cukup ringan, sehingga tidak sampai mengakibatkan kematian pada kambing. Misalnya seperti penyakit kulit scabies dan orf (nanah pada moncong dan bibir kambing). Pada penanganan scabies, kambing yang sakit dipisahkan terlebih dahulu, baru dioles belerang dan minyak goreng. Sedangkan untuk kambing yang sakit orf, biasanya bekas lukanya dikeletek terlebih dulu baru kemudian diberi obat merah seperti Betadine.
 untuk mengetahui penyakit yang sering menyerang dapat baca disini

Perkawinan


Kambing boer pejantan sudah dapat dikawinkan saat berusia 7 – 8 bulan, sedangkan betinanya baru bisa dikawinkan pada umur 10 – 12 bulan. Saat pejantan berumur 3 bulan sebaiknya dipisahkan kandangnya dari betina agar tidak terjadi perkawinan yang tidak diinginkan. Banyak peternak yang memilih untuk melakukan kawin suntik ( Inseminasi Buatan atau IB ) karena dianggap lebih praktis dan lebih mudah.

Setelah dikawinkan kambing akan mengandung selama 5 bulan dan melahirkan 1 – 2 anak pada perkawinan pertamanya saat usia 1 tahunan. Barulah saat perkawinan keduanya kambing boer betina dapat menghasilkan 2 – 4 anak. Kambing boer betina mampu melahirkan sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 2 tahun. Kambing boer kawinnya tidak musiman, jadi sudah dapat dikawinkan lagi setelah tiga bulan melahirkan. Tanda kambing yang siap kawin adalah ekornya yang bergerak – gerak cepat atau disebut juga “flagging”.

Induk boer betina dapat menghasilkan susu dengan kandungan lemak sangat tinggi yang cukup untuk disusu anak-anaknya, tapi ketika si anak berumur 2,5 – 3,5 bulan susu si induk sudah mulai mengering dan bisa disapih. Oleh sebab itu, pada umur satu minggu anakan kambing boer sudah harus disediakan pakan dari sumber yang sama dengan ibunya. Meskipun masih menyusu, mereka akan mulai belajar makan hijauan di usia yang sangat muda agar saat susu si induk mengering mereka tetap masih dapat asupan makanan. Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan air minum setiap saat, hal ini sangat penting dan baik untuk sang induk maupun anak kambing boer. Pada usia 5 bulan anak kambing boer sudah siap dijual.
Harga

Kita sudah banyak bahas mengenai ciri dari kambing boer dan cara perawatannya yang baik dan benar. Sekarang kamu pasti ingin tahu kan berapa harganya? Yap, dengan keunggulan serta bobot tubuh yang besar dari kambing lain jelas bahwa harga kambing boer lebih mahal disbanding harga kambing yang pada umumnya. Sebagai contoh, kambing kacang atau kambing jawa lokal dijual dengan harga kisaran 500 ribu – 1 juta per ekornya. Sedangkan kambing Senduro atau Etawa Putih yang bisa dijadikan kambing perah dan pedaging dijual dengan harga berkisar 2 – 3,5 juta per ekornya.

Bagaimana dengan kambing boer? Kambing boer dijual bedasarkan seberapa murninya kambing boer tersebut, karena biasanya kambing boer galur murni tidak dijual hanya di kawin silangkan saja. Maka ada yang disebut keturunan F1 (50% darah Boer), F2 (75% darah Boer), F3 (87,5% darah Boer), F4 (93,75% darah Boer) dan F5 (96,88% darah Boer). Untuk kambing boer keturunan F1 saja sudah dibandrol 1,8 juta rupiah per ekornya, itu harga minimalnya untuk kambing boer betina sedangkan yang jantan lebih mahal sekitar 2,5 juta rupiah per ekornya. Untuk keturunan F2 dan F3 lebih mahal lagi sekitar 2,5 – 9 juta dan yang paling mahal adalah kambing boer setara murni atau F4 dan F5 (Boer kelas super) harganya bisa mencapai 8 – 20 juta per ekornya.

Tapi gak masalah kok walau cuma mampu membeli keturunan F1 yang hanya memiliki 50% darah Boer, karena keturunan ini juga membawa kecendrungan genetik kuat dari Boer. Besar tubuhnya dan kecepatan dari pertumbuhannya akan bergantung pada kambing lokal yang dikawinkannya, biasanya kambing Boer dikawinsilangkan dengan jenis Jawa Randu atau Etawa.

prospek usaha 

Kambing Boer galur murni:
Jumlah induk jantan: 1 ekor
Jumlah induk betina: 4 ekor

Pendapatan:
Dalam 2 tahun seekor Boer betina beranak tiga kali
Asumsi konservatif saja, sekali melahirkan satu ekor anak (kambing bisa beranak dua ekor sekali melahirkan).

Total anak yang dihasilkan dalam 2 tahun:
4 ekor induk x (3 kali beranak x 1 ekor) = 12 ekor anak Boer
Persentase kemungkinan lahir betina/jantan 50%

Jadi,
Jumlah anak jantan 50% x 12 ekor anak = 6 ekor Boer jantan
Jumlah anak betina 50% x 12 ekor anak = 6 ekor Boer betina
Harga kambing Boer galur murni saat ini berkisar Rp8 juta hingga Rp20 juta seekor (jantan lebih mahal daripada betina)

Asumsi konservatif:
Jantan terjual Rp15.000.000 per ekor (itu kalau jantannya ingin segera dijual; kalau ditunggu populasinya lebih besar, tentu penghasilan yang diperoleh lebih besar lagi)
Hasil penjualan jantan: 6 ekor x Rp15.000.000 = Rp90.000.000

Betina terjual Rp8.000.000 per ekor (itu kalau betinanya ingin kita jual; kalau belum dijual, Boer betina tsb juga akan melahirkan anak sehingga populasi kambing bisa bertambah terus)
Hasil penjualan betina: 6 ekor x Rp8.000.000 = Rp48.000.000

Keuntungan:
Rp90.000.000 + Rp48.000.000 = Rp138.000.000

semoga artikel kali ini memberi ilmu dan manfaat yang banyak. Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb
“Salam Cinta dari Ujung Kandang, Hidup Mahasiswa Peternakan Indonesia”.

0 Response to "Prospek Usaha Kambing boer yang sangat menjanjikan"

Post a Comment

komentar yang baik baik yah

Popular Posts